OnlineAd

OnlineAd Banner

Selasa, 29 Mei 2012

Kwetiau Goreng dan Cakue Udang Ny. Lau




Jakarta - Kunjungan kedua kali di kopitiam ini ternyata ada banyak kejutan. Ada cakue ayam yang renyah gurih dan padat isinya. Enak dikunyah sebagai pembuka. Atau kwetiau goreng sapi lada hitam yang kenyal, gurih dan tidak manis. Makin asyik dimakan dengan iringan es teh berisi serutan halus jelly. Nikmat benar!

Demam kopitiam memang sedang melanda Jakarta. Nyaris tiap bulan ada kopitiam baru dibuka dengan beragam nama. Yang asli Indonesia sampai franchise dari negeri seberang. Kebetulan saya kembali melintasi Lau's Kopitiam. Sekali ini saya lihat sudah banyak yang berubah, sejak pertama saya mampir di kawasan Benton Junction Karawaci.

Selain lebih ramai, daftar menu yang disodorkan juga memberi pilihan beragam. Selain kaya toast dan roti bakar yang jadi andalan hampir semua kopitiam, ada pilihan yang menarik. Ada beberapa sajian pembuka juga aneka menu dessert sebagai penutup.

Sambil menanti cakue goreng ayam (Rp.15.700,00), kwetiau cah sapi lada hitam (Rp. 23.500,00) dan lo mie kangkung (Rp. 25.000,00) dibuat, semangkuk kecil camilan disajikan. Potongan kecil kulit pangsit goreng yang renyah gurih enak dikunyah sambil merintang waktu. Kriuk kriuk... gurih, sekejap saja camilan ini tandas.

Cakue goreng isi ayam disajikan panas mengepul dengan saus cabai sebagai pelengkap. Sedikit berbeda dengan cakue udang yang sangat gurih, cakue isi ayam inipun enak. Cakuenya garing renyah dengan isian yang padar. Celupan saus cabai yang pedas sedikit asam membuat cakue ini makin lengkap rasanya.

Khusus untuk kwetiau goreng, sengaja sayamemesan yang bukan seafood. Kwetiau goreng sapi lada hitam terasa lebih menggoda. Ternyata tampilannya memang menggiurkan. Warnanya kecokelatan diselingi irisan daging sapi, memaran merica hitam plus tauge dan kucai. Hmm... aroma gurih-gurih pedasnya langsung menggelitik hidung.

Slruuup... suapan pertama langsung terasa sengatan merica hitamnya. Diselingi kenyal lembut kwetiau. Daging sapinya pun empuk, dengan bumbu yang gurih enak tanpa jejak manis berlebihan. Meskipun warnanya cokelat menantang. Makin enak saat dimakan dengan tambahan sedikit saus cabai yang agak asam.

Lo Mi Kangkung yang benar-benar panas mengepul disajikan dalam hotpot tertutup, diberi pelengkap sumpit dan irisan. Hmm... saat dibuka langsung menguar aroma gurih dari kuah yang kecokelatan kental. Di bagian atasnya ada irisan daging ayam panggang yang cokelat kemerahan diselingi daun kangkung yang hijau segar dan mi hokkien yang gendut.

Rasanya kuahnya sedikit manis dengan rasa gurih yang dominan. Ayam panggangnya empuk dengan semburat renyah di bagian luarnya. Makin enak dikunyah dengan rasa kenyal mi hokkien dan renyah segar kangkung. Kucuran air jeruk limau dan sambal rawit merah membuat lo mi ini jadi gurih manis dan sedikit pedas.

Huah... rasa pedas segarpun akhirnya menguasai mulut. Sebagai pembilasnya, es teh susu jelly (Rp. 16.000,00) agaknya jadi pilihan tepat. Es teh tarik dengan irisan jelly yang halus memanjang cukup menarik. Jellynya kenyal manis dengan teh yang wangi, tak terlalu manis dan dingin.

Ternyata kunjungan kedua kali sudah memberi banyak kejutan dan perubahan dari kopitiam yang bergaya peranakan ini. Lain kali mungkin nasi lemak atau nasi hainan bebek panggang bakal jadi sasaran saya. Dengan harga yang bersaing, kopitiam bisa jadi persinggahan sepanjang hari untuk mengisi perut.

(dyh/odi)

Knalpot Under engine kayak Duke 200 Riskan saat libas banjir?



Bro sekalian, beberapa motor sekarang banyak mengadopsi tipe muffler under engine seperti Pulsar 200NS, KTM Duke 200, Ducati 1199 Panigale, dan Kawasaki Ninja 650. Pemilihan tipe knalpot demikian biasanya berdasarkan alasan Rasio pusat bobot dari motor untuk menunjang kestabilan saat berkendara. tapi banyak pertanyaan . . . apa nggak riskan saat melibas kondisi banjir tuh knalpot tipe under engine? mari kita bahas bersama . .




Berdasarkan Video yang dishare oleh bro David Rivian via FB terlihat ada percobaan pengetesan KTM Duke 200 melibas genangan air setinggi 16,5 inchi atau hampir 42 cm. Pengetesan meliputi beberapa metode yakni : Melibas genangan sambil motor di geber jalan dengan kecepatan 15 km/jam, lalu metode kedua diam di tengah genangan sambil menyalakan mesin,




Metode ketiga dimana Motor dijalankan sampai tengah genangan, motor dimatikan dan dinyalakan kembali. Metode ke empat dilakukan dimana motor dimatikan dan didiamkan selama 30 menit di genangan air lalu setelah 30 menit dinyalakan kembali. Ke empat metode yang dilakukan di Duke 200 tetap membuat motor bisa dijalankan normal menurut yang terlihat di Video wooow




Gimana analisa awal tmcblog? terlihat sepertinya asal air tidak masuk ke ruang bakar, maka jalannya mesin tidak akan berhenti. Dan salah satu pintu masuk air ke ruang bakar yang terbuka adalah melalui saluran udara atau biasanya via box filter udara. . . . naaah sepertinya saluran udara Duke 200 jauh dari genangan air sehingga aman deh (kalo nggak salah di daerah jok) . . . silahkan dikomentari bro, semoga berguna

taufik of BuitenZorg